Arahat Aromatics

“Plant-powered purity”

Sejak Februari 2023, Arahat mulai memproduksi minyak serai wangi dan minyak daun cengkeh menggunakan sistem distilasi uap yang dirancang oleh pengrajin lokal terampil. Tujuan utama Arahat adalah memulihkan kesuburan lahan pertanian mereka dan mengembalikannya ke kondisi semula—sebuah ekosistem agroforestri multikultur yang dahulu subur dengan cengkeh, pala, kenari, durian, serta berbagai tanaman produktif lainnya.

Setelah kebakaran hutan dahsyat tahun 1997 yang melanda sebagian besar desa Tulehu, Ambon, lahan pertanian ikut terdampak. Banyak petani yang kemudian membiarkan lahannya terbengkalai, yang kemudian ditumbuhi oleh pakis sehingga secara drastis menurunkan kesuburan tanah. Namun, serai wangi—rumput tahunan yang tangguh—mampu tumbuh di lingkungan ini. Selain dapat berkembang di antara pakis resam, tanaman ini juga menghasilkan minyak esensial yang bermanfaat bagi berbagai keperluan. Dengan perawatan minimal, serai wangi menjadi tanaman ideal bagi kami untuk dibudidayakan.

In February 2023, Arahat began producing citronella and clove leave oil using a steam distillation system, crafted by a skilled local artisan. Arahat aims is to restore the fertility of their farm and return it to its previous state, one that once thrived with cloves, nutmeg, kenari, durian, and other productive plants and trees in a multi-crop agroforestry system. After the devastating forest fires of 1997 that affected a large area of Tulehu village, their farm and many other properties were overtaken by bracken ferns, which significantly lowered soil productivity. However, citronella, a resilient perennial grass, thrives in this environment. It not only grows among the brackens but also produces an essential oil that is beneficial for various human uses. Citronella requires minimal maintenance, making it an ideal crop for us to cultivate.

Scroll to Top